Ketahui Cara Penularan Penyakit HIV untuk Pencegahan Diri

Di Indonesia penyebaran virus HIV/AIDS terbagi menjadi dua kelompok utama, yaitu melalui hubungan seks yang tidak aman dan bergantian untuk pengguna narkotika suntik (penasun).

Entah terjadi gejala atau tidak, seseorang yang terinfeksi HIV bisa menularkan virus kepada orang lain. Orang yang positif mengidap HIV lebih mudah menularkan virus beberapa minggu setelah mereka tertular. Pengobatan terhadap HIV akan menurunkan risiko penyebaran kepada orang lain.

Penyebaran HIV

 

HIV hidup di dalam darah dan beberapa cairan tubuh. Tapi cairan seperti air liur, keringat, atau urine tidak bisa menularkan virus ke orang lain. Ini dikarenakan kandungan virus di cairan tersebut tidak cukup banyak. Cairan yang bisa menularkan HIV ke dalam tubuh orang lain adalah:

  • Darah
  • Dinding anus
  • Air Susu Ibu
  • Sperma
  • Cairan vagina, termasuk darah menstruasi

HIV tidak tertular dari ciuman, air ludah, gigitan, bersin, berbagi perlengkapan mandi, handuk, peralatan makan, memakai toilet atau kolam renang yang sama, digigit binatang atau serangga seperti nyamuk. Cara yang utama agar virus bisa memasuki ke dalam aliran darah adalah:

  • Melalui luka terbuka di kulit.
  • Melalui dinding tipis pada mulut dan mata.
  • Melalui dinding tipis di dalam anus atau alat kelamin.
  • Melalui suntikan langsung ke pembuluh darah memakai jarum atau suntikan yang terinfeksi.

Melalui hubungan seks

Penyebaran virus yang paling utama adalah dengan cara hubungan seks melalui vagina dan anal tanpa pelindung. Seks oral tanpa pelindung juga berisiko terinfeksi, tapi risikonya cukup kecil. Penyebaran HIV melalui seks oral akan meningkat jika orang yang melakukan seks oral sedang sariawan atau terdapat luka di mulut. Atau melakukan seks dengan orang yang baru saja terinfeksi HIV dan punya banyak virus di tubuhnya.

  • Tinggi rendahnya risiko penularan HIV berbeda-beda, tergantung pada jenis hubungan seks yang dilakukan.
  • Melakukan seks oral pada pria yang positif HIV, dan pria itu ejakulasi di mulut.
  • Penularan HIV bisa terjadi ketika kita lakukan seks oral pada wanita yang positif mengidap HIV, terutama saat sang wanita sedang menstruasi, meski risikonya kecil.
  • Menerima seks oral dari orang yang menderita HIV risikonya sangat rendah, karena HIV tidak menular melalui air liur.

Selain melalui hubungan seks, HIV bisa menular melalui:

  • Tranfusi darah.
  • Dari ibu kepada bayi, baik saat kehamilan, melahirkan, atau ketika menyusui.
  • Berbagi jarum, baik untuk menindik atau menato.
  • Berbagi suntikan, terutama bagi para panasun (pengguna narkotika suntik).
  • Berbagi alat bantu seks dengan pengidap HIV.

Pengaruh HIV Pada Tubuh Manusia

Sistem kekebalan tubuh bertugas melindungi kita dari penyakit yang menyerang. Salah satu unsur yang penting dari sistem kekebalan tubuh adalah sel CD4 (salah satu jenis sel darah putih). Sel ini melindungi dari beragam bakteri, virus, dan kuman lainnya.

Baca Juga: Obat Kanker Paru-paru

 

HIV menginfeksi sistem kekebalan tubuh. Virus memasuki sistem kekebalan pada sel CD4. Virus ini memanfaatkan sel CD4 untuk menggandakan dirinya ribuan kali. Virus yang menggandakan diri ini akan meninggalkan sel CD4 dan membunuhnya pada waktu yang sama. Makin banyak sel CD4 yang mati, sistem kekebalan tubuh akan makin rendah. Hingga akhirnya, sistem kekebalan tubuh tidak berfungsi.

Ketika proses ini terjadi, tubuh akan tetap merasa sehat dan tidak ada masalah. Kondisi ini bisa berlangsung selama 10 tahun atau bahkan lebih. Dan penderita bisa menyebarkan virus pada periode ini.

Orang-orang yang Berisiko Terinfeksi HIV

Ingatlah bahwa semua orang berisiko terinfeksi HIV, tanpa mengenal batasan usia. Tapi terdapat beberapa kelompok orang yang lebih berisiko terinfeksi HIV. Mereka adalah:

  • Pengguna narkotika suntik (panasun).
  • Orang yang membuat tato atau melakukan tindik.
  • Orang yang melakukan hubungan seks tanpa kondom baik sesama jenis kelamin, maupun heteroseksual.
  • Orang yang tinggal atau sering bepergian ke daerah-daerah dengan angka HIV tinggi, misalnya Afrika, Eropa Timur, Asia, dan Amerika bagian selatan.
  • Orang yang melakukan transfusi darah di daerah dengan angka HIV tinggi.
  • Orang yang terkena infeksi penyakit seksual lain.
  • Orang yang melakukan hubungan seks dengan pengguna narkotika suntik.

 

Upaya Pencegahan

Meskipun penting untuk menerima perawatan medis untuk HIV / AIDS, hal ini juga penting untuk mengambil peran aktif dalam perawatan pasien sendiri. Saran-saran berikut dapat membantu Anda tetap sehat :

  • Makan makanan yang sehat

Tekankan buah-buahan segar dan sayuran, biji-bijian dan protein tanpa lemak. Makanan sehat membantu menjaga Anda kuat, memberikan Anda lebih banyak energi dan mendukung sistem kekebalan tubuh Anda.

  • Hindari makanan tertentu

Penyakit yang disebabkan makanan dapat sangat parah dampaknya pada orang yang terinfeksi HIV. Hindari produk yang tidak dipasteurisasi susu, telur mentah dan makanan laut mentah seperti tiram, sushi atau sashimi.

  • Dapatkan imunisasi

Ini dapat mencegah infeksi seperti pneumonia dan flu. Pastikan vaksin tidak mengandung virus hidup, yang bisa berbahaya bagi orang dengan sistem kekebalan yang lemah.

  • Berhati-hatilah dengan hewan pendamping

Beberapa hewan dapat membawa parasit yang dapat menyebabkan infeksi pada orang yang HIV-positif. Kotoran kucing dapat menyebabkan toksoplasmosis, reptil dapat membawa salmonella, dan burung dapat membawa kriptokokus jamur atau histoplasmosis.

Obat Herbal HIV AIDS

Kini telah hadir obat herbal alami yang bisa membantu anda dalam mencegah maupun mengatasi penyakit yang menakutkan tersebut. Sebagian besar obat herbal yang digunakan untuk meningkatkan kekebalan tubuh, sebelumnya dikenal dan digunakan untuk pengobatan kanker. Hampir sama cara kerjannya yakni sel-sel yang terinfeksi ini tampak tidak normal bagi sistem kekebalan tubuh kita, sehingga sistem kekebalan tubuh akan melawan infeksi tersebut dengan cara menghancurkan sel-sel yang abnormal. Tanaman herbal yang memiliki sifat antimikroba dapat melindungi terhadap infeksi ini. Dan kandungan di dalamnya harus efektif  terhadap berbagai jenis infeksi yang mungkin di alami pasien AIDS. Orang yang hidup dengan HIV harus menggunakan obat herbal anti-mikroba untuk mencegah dan mengobati infeksi terkait AIDS.

Amazon Berries, Amazon Plus dan K-Muricata merupakan produk Terapi obat herbal HIV AIDS, ketiga produk obat herbal ini menjadi harapan anda untuk menyembuhkan HIV dari tubuh anda.

Amazon Berries

Amazon-Berries-HIV

Amazon Berries merupakan sumber antioksidan yang melimpah, yang akan membantu tubuh anda untuk menangkal radikal bebas. obat herbal ini berperan untuk meningkatkan kesehatan setiap organ di dalam tubuh serta meningkatkan vitalitas dan metabolisme dalam tubuh pasien HIV AIDS.

 

 

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *