Awas berat badan bayi yang turun drastis!

Tumbuh kembang anak bayi bisa dilihat dari peningkatan berat badan yang ada. Ada cukup banyak cara untuk memantau kesehatan bayi. Tapi,yang termudah dan terjelas adalah dengan mengukur kondisi fisikny. Inilah yang sering kali dikenal dengan nama pengukuran antropometri yang meliputi pengukuran berat badan,panjang  badan,lingkar lengan dan juga lingkar kepala.

madu gemuk anak

Pembahasan kali ini diutamakan pada berat badan bayi yang kerap menjadi perhatian utama karena nyata terlihat. Namun,ini bukan berarti orang tua boleh mengabaikan tinggi (panjang) badan,lingkar lengan serta lingkar kepala. Ketiga komponen tersebut harus mendapatkan perhatian khusus karena dapat dijadikan sebagai tolok ukur kesehatan sang bayi.

Berat Badan Turun Dulu, Lantas Naik

Bila dicermati,pada waktu kisaran 1-2 minggu setelah lahir, bobot bayi berkurang, karena tubuhnya masih banyak mengandung air bawaan dari dalam rahim. Dalam rentang waktu 1-2 minggu tersebut,cairan itu sedikit demi sedikit akan keluar melalui pipis dan otomatis dapat menurunkan berat badan bayi. Tentu saja,angka penurunannya tidak drastis. Dengan begitu,BB si kecil turun,itu merupakan hal yang alamiah. Maka tidak perlu dikhawatirkan.

Di minggu berikutnya,berat badan si kecil relatif terus meningkat, yakni sekitar 750-1.000 gram per bulannya. Setelah usia 3-6 bulan,kenaikannya tidak sebesar itu, yaitu sekitar 500 s/d 600 gram per  bulan. Nah,di usia 6 hingga 9 bulan, penambahan berat badannya semakin melambat yaitu sekitar 350-450 gram per bulan. Begitu pula,ketika si kecil berusia 9-12 bulan,penambahannya tak terlalu mencolok,yakni sekitar 150-250 gram per bulannya.

Ketika memasuki usia satu tahun,umumnya penambahan berat badan bayi mulai melambat lagi. Tetapi,bukanlah berarti mengalami penurunan. Bobotnya tetap meningkat,hanya perlahan-lahan saja atau tidak sepesat sebelumnya. Yang jelas,orang tua tak perlu kaget atau khawatir. Itu artinya normal saja. Berbagai penelitian terhadap beberapa bayi yang normal dari berbagai ras juga menunjukkan adanya penurunan berat badan direntang usia 0-12 bulan.

Kebutuhan Energi dan Berat Badan

Agar berat badan sang buah hati tetap mengalami peningkatan yang normal dan sesuai dengan pertambahan usianya,berikan ia asupan nutrisi dengan komposisi zat gizi yang seimbang dan adekuat. Maksud adekuat adalah makanan yang dikonsumsi hendaknya mengandung unsur karbohidrat,protein,lemak serta vitamin dan mineral yang cukup. Patut diperhatikan bahwa pada tiap kelompok usia, kebutuhan energi anak tentunya tidak sama. Untuk bayi pada usia 0-6 bulan, maka kebutuhan energinya adalah 550 Kkal per hari. Sedangkan,yang berusia 7-12 bulan,kebutuhan energinya adalah 650 Kkal.

Jenis makanan bayi disesuaikan dengan kemampuannya saat itu. Contohnya,pada usia 0-6 bulan,bayi hanya minum ASI/susu formula,kemudian secara bertahap diberikan bentuk makanan yang lebih bertekstur.mulai dari lembut hingga lebih kasar sesuai dengan kemampuannya. Apabila bobot bayi berkurang,apalagi bila hal tersebut terjadi dalam satu bulan atau bahkan lebih, maka harus dicari penyebabnya. Alangkah baiknya, segera bawa buah hati Anda ke dokter spesialis untuk diperiksa lebih lanjut,apakah jumlah minum/makannya sudah mencukupi kalorinya,ataukah ada penyebab lainnya seperti misalnya penyakit-penyakit tertentu.

Atau anak anda butuh suplemen untuk menambah berat badan seperti madu penggemuk badan anak, tetap konsultasikan hal ini kepada dokter. Jika diperbolehkan, anda bisa mencarinya di toko herbal dikota anda.
Sumber : www.madugemukbadan.com/madu-gemuk-anak/

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *