Menjelaskan Bahwasanya ESQ 165 Ary Ginanjar Agustian Sesat?

Ary Ginanjar Agustian Sesat 48

Benarkah Ary Ginanjar Agustian Sesat? Pertanyaan itu sebenarnya sudah lama terjawab dan alim ulama di Indonesia menyatakan bahwa pendiri ESQ 165 ini tak sesat. Perihal ini karena ajaran ESQ milik Ary Ginanjar Agustian tidaklah kontradiksi dengan ajaran-ajaran Islam. Malahan konsep Emotional Spiritual Quotient yang dikemas dalam Training ESQ yang fenomenal bakal menambah kedekatan seseorang bukan hanya dengan Allah, namun juga mengenal diri sendiri secara fitrah.

Dalam konsep ESQ 165 juga di kenal dengan ajaran tujuh Budi Utama. Ajaran juga sungguh krusial untuk diterapkan dalam kehidupan pribadi sehari-hari. Apa itu 7 budi utama? Mengapa 7 budi utama krusial untuk dipelajari?

Kawan semua, 92% dari masyarakat Amerika menyatakan bahwa mereka percaya pada Tuhan. Ini adalah hasil penelitian yang dilakukan Gallup pada tahun 2011, yang dikutip oleh Vieten et al (2013) dalam jurnal Psychology of Religion and Spirituality yang berjudul Spiritual and Religious Competencies for Psychologists .

Pargament (2007 dalam Vieten, 2013) mendefinisikan Keimanan (spiritualitas) sebagai “Perjalanan yang diambil seseorang dalam usaha untuk menemukan esensi diri mereka dan menyadari kehendak Yang Maha Kuasa (higher order aspirations).

Perjalanan keimanan ini, dilakukan secara penuh kesadaran. Laurin & Kay (2017) dalam Publikasi “The Motivational Underpinnings of Belief in God” menyatakan bahwa manusia mencari Tuhan sebab membutuhkan struktur dalam hidup mereka. Pelaksanaan Ibadah, Aturan Agama, dan unsur spiritualitas dan religiusitas lainnya, memenuhi kebutuhan manusia bakal keteraturan. Hal ini sejalan dengan temuan Prof Justin L Barrett (2015) yang menyatakan bahwa otak manusia selalu mencari pola-pola dan bekerja dengan sistem yang penuh keteraturan.

Hal inilah yang mendasari temuan Ary Ginanjar akan Spiritual Core Values yang sekarang disebut tujuh Budi Utama. Spiritual Core Values ini memberikan keteraturan yang dibutuhkan manusia dalam hidup, dan menghasilkan kesuksesan paripurna bila dipraktekkan. Dalam bidang apapun kita berkiprah. Ke 7 Spiritual Core Values tersebut adalah :
a. Jujur, dikenal sebagai wujud pengabdian manusia kepada sifat Allah, Al-Mukmin.
b. Tanggung Jawab, adalah wujud pengabdian manusia kepada sifat Allah, Al-Wakiil.
c. Disiplin, adalah wujud pengabdian manusia kepada karakteristik Allah, Al Matiin.
d. Kerjasama, adalah wujud pengabdian manusia kepada karakteristik Allah, Al-Jami‟.
e. Adil, adalah wujud pengabdian manusia kepada sifat Allah, Al „Adl.
f. Visioner, merupakan wujud pengabdian manusia kepada sifat Allah, Al Aakhir.
g. Peduli, dikenal sebagai wujud pengabdian manusia kepada sifat Allah, As Sami‟ dan Al Bashir.

Ketujuh karakteristik inilah yang mesti dijadikan values atau nilai, dimana akan memberikan makna atau nilai bagi yang melaksanakannya, disamping nilai-nilai lainnya yang berjumlah sembilan puluh sembilan sebagai sumber pengabdian.

Beriman pada Allah SWT, tidak hanya berhenti di tataran lisan. Sesudah bersyahadat, seorang manusia mesti mendalami 99 sifat Allah SWT ini, dan menjalankan 7 sifat utama diatas, untuk memperoleh kehidupan yang terbaik di dunia dan akhirat. Itulah yang diajarkan oleh Ary Ginanjar dan menjadi semangat dalam semua aplikasi ESQ yang tercipta.

Kembali kepada pertanyaan dalam judul artikel ini, betulkah Ary Ginanjar Agustian Sesat? Jawabannya pasti saja tak sama sekali. Wallahualam..

Tata Cara Menggunakan Bacaan Doa Qunut Saat Sholat Subuh

Jika anda telah meyakini penggunaan doa qunut, maka ketahuilah cara melafalkan dan menghafalkan bacaan doa qunut. Penggunaan doa qunut diyakini sebagai salah satu jenis sunah yang apabila dikerjakana akan mendapatkan pahala dan apabila tidak dilakukan tidaklah dosa. Namun memang, sebagian golongan masih meragukan penggunaan qunut sebagai tambahan doa terutama untuk sholat subuh. Perbedaan ini seharusnya tidaklah menjadi masalah dan jangan sampai menjadi pemecah belah umat. Namun bagi Anda yang meyakini, haruslah meyakini dengan sepenuh hati dan melakukannya dengan benar. Tata cara sholat subuh dengan menggunakan doa qunut tidaklah diajarkan oleh semua instansi pendidikan. Misalnya saja, jika sekolah atau guru agama yang mengajar tidak meyakini penggunaan doa qunut, pastinya tidak diajarkan bagaimana sholat subuh dengan menggunakan doa qunut.

Bagaimanakah cara menggunakan bacaan doa qunut dalam sholat subuh? Bagi anda yang belum tahu, atau baru belajar agama dan doa qunut, di sini akan diberikan penjelasannya. Untuk lebih jelasnya, simaklah uraian tata cara menggunakan doa qunut dalam sholat subuh berikut ini:

  • Lakukan Persiapan Sholat Subuh Seperti Biasa

Maksudnya, lakukan persiapan sebagaimana akan melakukan sholat subuh. Dimulai dari wudhu, niat, dan melakukan gerakan sholat subuh seperti biasa hingga rokaat pertama.

  • Rokaat Kedua

Pada rokaat kedua adalah waktu untuk membaca bacaan doa qunut. Setelah rukuk, dan berdiri I’tidal beserta doanya, tidaklah langsung dilanjutkan sujud. Sebelum sujud inilah, dibaca doa qunut.

  • Setelah membaca doa qunut selesai, barulah dilanjutkan sujud dan juga melakukan gerakan dan membaca bacaan seperti biasa hingga salam.

Itulah tadi uraian tata cara menggunakan bacaan doa qunut dalam sholat subuh. Untuk Anda yang menjadi imam sholat, pembacaan doa qunut dilafalkan secara kerasa hingga makmum mendengarkannya. Lalu untuk makmum, mengikuti doa bacaan doa qunut imam dengan mengamini. Namun hingga bacaan doa qunut “tsana”, makmum pun tidak hanya mengamini tetapi juga ikut membacanya sendiri. Yang diamine oleh makmum hanyalah pada sholawat dan doa saja. Tidak ada yang sulit, bukan? Yang terpenting, hafalkan terlebih dahulu bacaan qunut yang harus dibaca dengan tajwid yang benar.