Contoh Teks Anekdot Dalam Proposal Peternakan

Contoh Teks Anekdot Dalam Proposal Peternakan – Kali ini saya akan membagikan contoh teks anekdot dalam proposal peternakan. Namun dalam hal ini peternak masih banyak yang belum dapat mengolah atau membudidayakan rumput unggul dengan baik dan benar sehingga produksinya belum maksimal. Pengelolaan pakan yang kurang baik, tidak dapat menjamin pasokan hijauan pakan sepanjang tahun sehingga pertumbuhan dan perkembangan ternak tidak akan baik. Untuk mencukupi kebutuhan hijauan pada ternak sapi perah perlu adanya manajemen khusus untuk hijauan tersebut dari penanaman hingga pemanenannya.

Contoh Teks Anekdot Dalam Proposal Peternakan

Kita juga dapat memperoleh contoh teks anekdot dalam proposal, namun biasanya sudah disusun dengan baik dan benar. Diperkirakan di dunia terdapat sekitar 10.000 spesies rumput (keluarga gramineae). Dari sebanyak itu kisaran daya hasilnya sangat beragam mulai dari yang sangat sedikit sampai yang mampu memberikan hasil diatas 200 ton/ha/tahun seperti rumput raja (Pennisetum purpuroides) yang mampu menghasilkan 290 ton/ha/tahun dalam bahan segar dan tanah kering (BPMPT Departemen Pertanian, 2013). Rumput raja merupakan persilangan antara Pennisetum purpureum dan Pennisetum americanum (Amerika tropis).

Kandungan protein kasar berkisar 5,3-22,8%, tapi ada juga yang melaporkan sekitar 8-11%. Kecernaan BK hijauan ini adalah sekitar 65,6%. Rumput raja termasuk tanaman berumur panjang, tumbuh tegak, berbentuk rumpun, perakarannya dalam dan tingginya dapat mencapai 4 meter. Rumput raja memiliki batang yang keras dengan daun berbulu kasar serta memiliki bercak berwarna hijau muda. Berdasarkan tingkat kesuburannya, lahan juga bisa digolongkan ke dalam lahan subur dan lahan tidak subur. Sinaga (2007), struktur dan tekstur tanah menunjang pertumbuhan tanaman rumput raja untuk mendapatkan tampilan pertumbuhan dan produksi yang baik. Inilah contoh teks anekdot dalam proposal peternakan. Sebelum melakukan penanaman, lahan perlu diolah terlebih dahulu, lahan dibajak atau dicangkul dengan kedalaman 20-30 cm.

Pada lahan yang miring cukup dibuat garitan mengikuti garis kontur dengan kedalaman 20 cm. Tanah yang telah diolah dicampur rata dengan pupuk kandang (Kushartono, 1997). Pencampuran pupuk kandang dengan tanah dilakukan dengan menabur pupuk diatas permukaan tanah yang sudah diolah, tujuannya adalah untuk menambah unsur hara pada tanah sehingga dapat mencukupi kebutuhan unsur hara pada tanaman. Ketersediaan air yang cukup pada lahan juga diperlukan untuk pertumbuhan tanaman (Kushartono, 1997), sehingga lahan yang digunakan untuk penanaman rumput perlu diperhatikan ketersediaan air secara terus menerus agar dapat menjamin kebutuhan air pada tanaman rumput raja. Demikianlah contoh teks anekdot yng dapat saya bagikan.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *