Penggunaan Teks Prosedur Kompleks Dalam Proposal

Penggunaan Teks Prosedur Kompleks Dalam Proposal – Pada kesempatan kali ini saya akan menjelaskan mengenai penggunaan teks prosedur kompleks dalam proposal. Data primer merupakan data yang diperoleh langsung dari narasumber dan data hasil pengujian kualitas air yang dilaksanakan. Data sekunder didapat dari studi literatur dan dokumen yang menyangkut tentang penanganan limbah atau kotoran di Peternakan Sapi Perah Rakyat Anggota KUD Agribisnis Dana Mulya. Uji kualitas air dilakukan untuk mengetahui sejauh mana tingkat tercemarnya air di sekitar Peternakan Sapi Perah Rakyat Anggota KUD Agribisnis Dana Mulya. Metode Pelaksanaan kegiatan studi kasus ini juga ditampilkan dalam diagram alir sebagai berikut.

Penggunaan Teks Prosedur Kompleks Dalam Proposal

Dalam pembuatan proposal terdapat teks prosedur kompleks yang berguna untuk menyempurnakan teksnya. Parameter yang diamati dalam studi kasus ini adalah keadaan air disekitar peternakan mengenai: pH, BOD (Biological Oxygen Demand), COD (Chemical Oxygen Demand), TSS (Total Susppended Solid). pH (Potential of Hydrogen) merupakan derajat keasaman yang digunakan untuk menyatakan tingkat keasaman atau kebasaan yang dimiliki oleh suatu larutan (SNI 06.6989.11-2004). BOD merupakan parameter pengukuran jumlah oksigen yang dibutuhkan oleh bekteri untuk mengurai hampir semua zat organik yang terlarut dan tersuspensi dalam air buangan, dinyatakan dalam mg/liter atau ppm (SNI 6989.72:2009).

COD adalah jumlah oksigen yang dibutuhkan untuk mengoksidasi zat-zat organik yang terdapat dalam limbah cair dengan memanfaatkan oksidator kalium dikromat sebagai sumber oksigen. Angka COD merupakan ukuran bagi pencemaran air oleh zat organik yang secara alamiah dapat dioksidasi melalui proses biologis dan dapat menyebabkan berkurangnya oksigen terlarut dalam air yang dinyatakan dalam satuan mg/liter (SNI 6989.2:2009). TSS merupakan zat yang tersuspensi biasanya terdiri dari zat organik dan anorganik yang melayang-layang dalam air, secara fisika zat ini sebagai penyebab kekeruhan pada air yang dinyatakan dalam satuan mg/liter (SNI 06-6989.3:2004). Inlah teks prosedur kompleks.

Analisis data menggunakan metode deskriptif yaitu dari informasi yang dikumpulkan kemudian dianalisis menjadi sebuah gambaran mengenai suatu variabel atau keadaan yang sebenarnya. Menurut Vardiansyah (2008) Deskripsi adalah satu kaedah upaya pengolahan angka menjadi sesuatu yang dapat diutarakan secara jelas dan tepat dengan tujuan agar dapat dimengerti oleh orang yang tidak langsung mengalaminya sendiri. Dari proses penanganan kotoran yang dilakukan oleh Peternakan Sapi Perah Rakyat Anggota KUD Agribisnis Dana Mulya yang didapatkan, kemudian di bandingkan dengan hasil pengujian kualitas air limbah yang dilakukan dan didukung dengan studi literatur. Demikianlah penggunaan teks prosedur kompleks dalam proposal.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *